Jumat, 04 Februari 2011

Trombositosis

Sebagai informasi, trombositosis adalah suatu kondisi dimana jumlah trombosit dalam yang didapatkan dari hasil pemeriksaan laboratorium lebih dari nilai normal. Pada individu yang sehat, nilai normal dari trombosit dalam darah adalah berkisar 150.000 – 45.000 permm3. Jika didapatkan jumlah trombosit dalam darah di atas nilai 450.000 per mm3 maka kondisi tersebut disebut dengan trombositosis. Secara umum terjadinya trombositosis ini disebabkan oleh adanya gangguan dari proses pembentukan di dalam sumsum tulang atau sering disebut dengan gangguan mieloproliferatif (kondisi ini sering disebut juga sebagai esensial trombositosis), sedangkan yang kedua adalah trombositosis yang disebabkan oleh proses reaksi terhadap kondisi tertentu (misalnya: peradangan, infeksi, neoplasma atau kanker, akibat penggunaan obat seperti: vincristine, hormon pertumbuhan, asam retinoid, dsb.).

Trombisitosis ini biasanya tidak menimbulkan gejala, dan kondisi ini sering dijumpai pada saat pemeriksaan laboratorium darah. Namun jika jumlah trombosit sangat tinggi misalnya lebih dari 1.500.000 per mm3, maka kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya trombosis ataupun bekuan darah. Yang jika bekuan darah ini ikut sirkulasi darah maka akan meningkatkan risiko terjadinya sumbatan pembuluh darah. Dari beberapa literatur juga disebutkan trombositosis dapat juga meningkatkan risiko perdarahan.

Penanganan dari trombositosis ini tergantung dari penyebab trombositosis, jika diketahui trombositosisnya bersifat esensial (disebakan oleh gangguan mieloproliferasi sumsum tulang), maka bisa hanya dimonitor, ataupun diberikan sitoreduksi dan aspirin, ataupun dapat juga dilakukan tromboferesis. Sedangkan jika trombositosis ini merupakan trombositosis sekunder (diketahui dasar penyebabnya) maka pengobatan terhadap penyebab (misalnya: mengobati infeksinya, kankernya, maupun proses peradangannya dsb), sangat dianjurkan. Diharapkan dengan mengobati penyebab maka dengan sendirinya akan terjadi perbaikan jumlah trombosit dalam darah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar